Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

10 Penyebab Sering Sariawan (No. 6 Jarang Disadari)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

penyebab-sering-sariawan-doktersehat

DokterSehat.Com – Meski sering dianggap penyakit mulut yang sepele, pada beberapa kasus, sariawan adalah gangguan mukosa mulut yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain perih, sariawan di dinding mulut, lidah, atau bibir akan membuat rasa tidak nyaman karena menganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum. Berikut adalah penyebab sering sariawan yang harus Anda kenali.

Mengenali Berbagai Penyebab Sering Sariawan

Sebelum menjelaskan apa penyebab sering sariawan, hal penting yang perlu Anda ketahui adalah sariawan dapat terjadi karena beberapa penyebab yang berbeda-beda. Meski sama-sama menderita sariawan, belum tentu penyebab sering sariawan adalah sesuatu yang sama.

Berikut ini adalah hal-hal yang membuat Anda mudah terkena sariawan, di antaranya:

1. Pertumbuhan jamur

Pertumbuhan jamur Candida albicana yang berlebih pada mulut dapat menjadi penyebab sering sariawan. Biasanya, jamur ini akan membentuk lapisan berwarna putih berupa bercak-bercak.

Jamur Candida albicana bisa bertumbuh subur saat daya tahan tubuh melemah. Perlu diketahui, pada dasarnya jamur ini memang ada di dalam mulut namun dengan jumlah yang kecil, ketika jumlah jamur ini meningkat maka hal itulah yang menyebabkan sariawan.

Selain sistem imun tubuh yang lemah, jamur ini dapat bertumbuh subur pada mereka yang tidak menjaga kebersihan mulutnya dengan baik.

2. Luka pada mulut

Penyebab sering sariawan berikutnya yang sering terjadi adalah luka pada mulut. Salah satu contohnya adalah luka saat mengunyah makanan atau penggunaan gigi palsu yang kurang baik.

Selain contoh di atas, terdapat banyak sekali penyebab dari luka ini seperti bibir tidak sengaja tergigit, menyikat gigi terlalu keras, obat kumur yang tidak sesuai, hingga kebersihan mulut yang tidak terjaga.

3. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh beragam mineral, salah satunya zat besi. Ketika seseorang mengalami kekurangan zat besi, maka kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah putih akan menurun saat melawan infeksi. Jika sistem kekebalan tubuh menurun, maka sariawan juga akan cenderung lebih mudah datang.

4. Mengonsumsi buah asam

Konsumsi buah yang cenderung asam seperti jeruk, nanas, dan lemon memang tidak secara langsung memicu sariawan. Penyebab sering sariawan ini bisa terjadi ketika buah yang Anda konsumsi menekan jaringan mulut yang terluka. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit yang memicu rasa terbakar di mulut.

Selain buah yang asam, asupan-asupan lain yang bisa mengiritasi mulut adalah minuman atau makanan yang panas dan makanan pedas. Beberapa orang bisa mengalami reaksi iritasi pada permukaan lidahnya jika mengonsumsi makanan tertentu.

5. Efek samping obat dan metode pengobatan

Selain makanan, penyebab sering sariawan berikutnya adalah efek dari kemoterapi, radioterapi, antibiotik, obat nicorandil, penghambat beta, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Jika Anda sedang menjalani kemoterapi dan konsumsi antibiotik dengan rutin maka munculnya sariawan adalah faktor utama yang menyebabkan hal tersebut.

6. Asupan vitamin dan mineral yang kurang

Banyak orang mengganggap bahwa sariawan muncul karena kurangnya asupan vitamin C. Padahal, sariawan bisa muncul saat Anda kekurangan vitamin B12 dan zat besi.

Vitamin B12 sendiri dapat ditemukan di berbagai jenis ikan, daging, kerang, telur, hingga produk olahan susu. Sementara untuk sumber zat besinya bisa didapatkan dari hati, kacang-kacangan, bayam, tahu dan kentang.

Tak hanya vitamin B12 dan zat besi, penyebab sering sariawan juga bisa dikaitkan dengan kekurangan beberapa nutrisi seperti asam folat, seng, serta kalsium juga bisa memicu datangnya sariawan. Karena alasan inilah ada baiknya Anda selalu menjaga asupan makanan dengan kadar gizi seimbang sehari-hari.

7. Gingivostomatitis

Seperti halnya pertumbuhan jamur Candida albicana, gingivostomatitis juga bisa disebabkan akibat kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Sering kali gingivostomatitis terjadi karena bakteri dan beberapa jenis virus.

Meski begitu, kasus infeksi gingivostomatitis adalah kasus yang ringan. Gangguan ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah 1-2 minggu–baik diobati maupun tidak. Pengobatan tidak fokus pada infeksinya, namun fokus pada penananganan gejalanya.

8. Alergi

Mulut adalah salah satu pintu masuk bagi berbagai macam bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, respon tubuh terhadap bakteri setiap orang bisa berbeda-beda, sebagian ada yang menyebabkan alergi. Efek dari alergi besar kemungkinan menyebabkan sariawan di lidah.

9. Sensitif terhadap bahan kimia tertentu

Beberapa jenis pasta gigi dan obat kumur mengandung zat kimia yang disebut sodium lauryl sulfate. Meski baik bagi kesehatan mulut, terkandang ada orang yang sensitif terhadap zat ini, sehingga menimbulkan sariawan.

10. Kondisi kesehatan

Penyebab sering sariawan yang terakhir juga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang menyertai. Jika penjelasan sebelumnya mengatakan, seseorang yang mudah terkena sariawan adalah mereka yang memiliki sistem imunitas yang lemah, kondisi lain yang bisa menyebabkan sariawan adalah penyakit celiac, penyakit Crohn, penyakit Behcet, dan infeksi virus.

Nah, itulah berbagai penyebab sering sariawan yang harus Anda pahami. Pada dasarnya, sariawan adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendiri dalam waktu satu hingga dua minggu.

Namun, jika ukuran sariawan semakin membesar, muncul sariawan baru dan tidak sembuh lebih dari tiga minggu, disertai demam dan diare, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan lupa, periksakan kondisi mulut serta gigi secara rutin ke dokter gigi. Batasi penggunaan obat kumur agar tidak merusak keseimbangan bakteri normal di dalam mulut. Selain itu, konsumsi juga makanan yang lembut, hindari makanan yang pedas, keras, asam, asin atau minuman panas hingga sariawan sembuh.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.