Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

Brilinta – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

brilinta-tablet-doktersehat

DokterSehat.Com – Brilinta obat apa? Brilinta adalah obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah, sehingga kejadian trombosis seperti infark miokard, stroke, dan kematian kardiovaskular pada pasien dengan sindrom koroner akut bisa dicegah.

Obat Brilinta sering disebut sebagai obat pengecer darah yang sering digunakan bersama dengan aspirin. Diperlukan resep dokter untuk bisa menggunakan Brilinta karena merupakan obat keras.

Oleh karena itu, yuk baca terus penjelasan ini agar menggunakan obat ini dengan benar. Ketahui informasi tentang bentuk sediaan, kandungan, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis Brilinta, efek samping, dan harga Brilinta.

Rangkuman Informasi Obat Brilinta

NamaBrilinta
Golongan ObatAntiplatelet (Pencegah Darah Beku)
Bentuk SediaanTablet salut selaput
KandunganTicagrelor
Cara kerjaMencegah agrerasi platelet sehingga tidak terjadi pembekuan darah
ManfaatMengencerkan darah dan mencegah darah membeku di arteri
Indikasi PenggunaanPasien dengan sindrom koroner akut
KontraindikasiHipersensitivitas, riwayat pendarahan aktif atau pendarahan otak, dan lainnya
Cara pakaiDiminum
Dosis180 mg di awal dan dilanjut 2x 90 mg sehari
Efek sampingPendarahan, sakit kepala, sesak napas, dan lainnya
HargaRp280.000-300.000/ strip (14 tablet)

Bentuk Sediaan Brilinta

Obat pengecer darah Brilinta yang ada di apotek tersedia dalam bentuk sediaan oral, yakni berupa tablet salut selaput. Ada dua jenis kekuatan dosis Brilinta, yaitu Brilinta 60 mg dan Brilinta 90 mg.

Keduanya sama-sama dijual dalam kemasan dos atau strip. Dalam satu dos Brilinta 90 mg dan 60 mg berisi 4 strip di mana setiap strip berisi 14 tablet. Jadi, setiap satu dos Brilinta berisi 56 tablet salut selaput.

Mengingat obat Brilinta adalah obat keras, jadi penyimpanannya pun harus dilakukan dengan benar. Simpanlah obat Brilinta di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. Di samping itu, simpan Brilinta di tempat yang kering.

Penyimpanan Brilinta juga perlu dilakukan di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari. Pasalnya, paparan sinar matahari langsung dan terus menerus bisa mengubah struktur kimia dan cara kerja kandungan bahan Brilinta.

Kandungan Brilinta

Kandungan yang ada di dalam Brilinta adalah Ticagrelor (Tikagrelor). Ticagrelor merupakan bahan aktif obat yang termasuk ke dalam golongan Antiplatelet. Bahan aktif ini juga merupakan antagonis reseptor Adenosine Diphosphate selektif.

Adapun, cara kerja dari kandungan Brilinta ini adalah dengan mencegah aktivasi dan agregasi platelet, sehingga pembentukkan trombus bisa dicegah karena trombosit tidak saling menempel. Apabila trombosit berhasil digagalkan untuk saling menempel, maka darah tidak membeku.

Manfaat Brilinta

Manfaat Brilinta adalah untuk mencegah terjadinya pembekuan darah agar tidak terjadi penyumbatan di dalam pembuluh darah. Tentunya, penyumbatan pembuluh darah akan berakibat buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan lancarnya aliran darah di dalam arteri, maka peluang risiko untuk terkena penyakit stroke, penyakit jantung, angina (nyeri dada parah), dan penyakit kardiovaskular lainnya bisa diturunkan. Kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda pun akan tetap terjaga.

Indikasi Brilinta

Penggunaan Brilinta harus sesuai dengan indikasi medisnya. Terlebih lagi, Brilinta adalah obat keras yang bisa menimbulkan efek samping fatal bila tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Pasien dengan sindrom koroner akut bisa menggunakan obat Brilinta atas rekomendasi dokter. Pemakaian Brilinta pada pasien dengan kasus ini dilakukan dengan kombinasi asetosal, sehingga bisa mencegah darah membeku dan kejadian trombosis.

Kontraindikasi Brilinta

Ada beberapa kasus di mana pasien tidak bisa menggunakan Brilinta sekalipun memiliki indikasi medis. Pasien yang memiliki riwayat pendarahan di otak atau pendarahan aktif seperti tukak lambung tidak bisa menggunakan Brilinta.

Brilinta juga tidak bisa digunakan pada pasien yang memiliki masalah hipersensitivitas terhadap Brilinta atau kandungan dari golongan Antiplatelet lainnya. Orang yang hendak menjalani operasi jantung koroner (Coronary Artery Bypass Graft) tidak bisa menggunakan Brilinta.

Peringatan Penggunaan Obat Brilinta

Perhatikanlah beberapa peringatan di bawah ini terkait penggunaan obat Brilinta:

  • Hindari aktivitas yang berisiko untuk terjadi pendarahan ringan maupun berat
  • Hentikan penggunaan Brilinta sesaat sebelum tindakan pada gigi
  • Beri tahu semua jenis suplemen dan obat yang Anda gunakan kepada dokter sebelum memakai Brilinta
  • Beri tahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat stroke, operasi, pendarahan gastrointestinal, trauma, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, asma, ibu hamil, sindrom sinus, penyakit obstruktif paru, riwayat hiperurisemia, dan bradikardi
  • Jangan menghentikan dosis Brilinta tanpa izin dokter karena penghentian penggunaan obat Brilinta dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke

Dosis Brilinta

Gunakan obat Brilinta sesuai resep dokter. Dosis awal Brilinta adalah 180 mg. Anda bisa menggunakan 3 x Brilinta 60 mg atau 2 x Brilinta 90 mg. Dosis awal tersebut akan diiringi dengan dosis awal asetosal, yaitu 325 mg.

Apabila dosis awal sudah terlaksana, maka lanjutkan dosis Brilinta 90 mg sebanyak 2x dalam sehari. Dosis pemeliharaan untuk asetosal adalah 75-100 mg per hari. Jangan mengubah dosis Brilinta tanpa izin dokter.

Efek Samping Brilinta

Efek samping Brilinta yang umum terjadi adalah pendarahan dan sesak napas. Penggunaan Brilinta juga bisa menyebabkan efek samping seperti sakit kepala. lemas, batuk-batuk, nyeri dada, nyeri punggung, hipotensi, dispnea, konstipasi, kreatinin tinggi, dan hiperurisemia.

Penderita hipersensitivitas akan mengalami efek samping berupa reaksi alergi yang ditandai dengan ruam kulit, gatal-hatal, sulit bernapas, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, dan wajah bengkak.

Brilinta juga memiliki efek samping yang fatal seperti pingsan, pendarahan terus menerus, perubahan warna urine, perubahan pada feses, kulit mudah memar, dan batuk darah. Hentikan penggunaan Brilinta dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping tersebut.

 

 

Harga Brilinta

Harga Brilinta tablet pada dua jenis kekuatan dosis hampir sama. Kisaran harga Brilinta 60 mg dan Brilinta 90 mg adalah Rp280.000-300.000 per strip (14 tablet). Ada kemungkinan harga yang Anda temukan di apotek terdekat Anda berbeda tetapi seharusnya tidak terlalu signifikan.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Tikagrelor. http://pionas.pom.go.id/monografi/tikagrelor [diakses pada 11 Juni 2019]
  2. Drugs: Brilinta. https://www.drugs.com/brilinta.html [diakses pada 11 Juni 2019]
  3. MedlinePlus: Ticagrelor. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a611050.html [diakses pada 11 Juni 2019]
  4. DrugInfoSys: Ticagrelor. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=2269&type=1 [diakses pada 11 Juni 2019]


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.