Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

Cefila – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

dosis-cefila-doktersehat

DokterSehat.Com – Cefila obat apa? Cefila adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis penyakit infeksi akibat bakteri terutama pada infeksi akut. Obat Cefila termasuk antibiotik dari golongan sefalosporin yang merupakan antibiotik spektrum luas.

Semua antibiotik merupakan obat keras termasuk Cefila. Oleh karena itu, ketahuilah lebih lanjut tentang antibiotik ini. Penjelasan ini akan memaparkan bentuk sediaan, kandungan, cara kerja, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan harga obat Cefila.

Rangkuman Informasi Obat Cefila

NamaCefila
Golongan ObatAntibiotik » Sefalosporin
Bentuk SediaanOral (kapsul dan sirup)
KandunganSefiksim (Cefixime)
ManfaatMengobati penyakit infeksi tertentu
Cara KerjaMembunuh bakteri penyebab infeksi
Indikasi PenggunaanInfeksi telinga, infeksi pernapasan, infeksi saluran kemih, dan lainnya
KontraindikasiHipersensitivitas
Cara pakaiDiminum
Dosis50-200 mg sebanyak 2x sehari (tergantung indikasi dan usia)
Efek sampingMual, muntah, sakit perut, buang angin, dan lainnya
HargaRp100.000-120.000 per botol dan Rp150.000-400.000 per dos

Bentuk Sediaan Cefila

Cefila termasuk antibiotik yang bisa diserap secara oral. Bentuk sediaan oral dari obat Cefila berupa sirup kering (suspensi) dan kapsul. Pada bentuk sediaan sirup kering, Anda perlu menambahkan air hangat hingga larutan mencapai 30 mL.

Kekuatan dosis yang dikandungan Cefila dalam bentuk suspensi adalah 100 mg per 5 mL. Kocoklah setiap ingin menggunakan sirup Cefila. Selain itu, Cefila juga berbentuk kapsul. Ada tiga jenis kekuatan dosis Cefila kapsul.

Ketiga jenis kekuatan dosis tersebut, yaitu 50 mg, 100 mg, dan 200 mg per kapsul. Cefila 50 mg dan Cefila 100 mg dikemas dalam kemasan dos yang berisi 3 strip di mana masing-masing strip berjumlah 10 kapsul.

Hal tersebut berbeda dengan Cefila 200 mg. Setiap satu dos Cefila 200 mg hanya berisi 1 strip yang berjumlah 10 kapsul. Simpanlah obat Cefila sesuai dengan prinsip yang ada di GeMa Cermat.

Kandungan Cefila

Bahan aktif yang dikandungan Cefila adalah sefiksim. Sefiksim adalah antibiotik sefalosporin semisintetik generasi ketiga yang memiliki kadar rendah. Struktur kimia sefalosporin mirip dengan penisilin, sehingga orang yang alergi terhadap penisilin cenderung juga alergi terhadap sefiksim atau sefalosporin lainnya.

Kandungan yang ada di dalam obat Cefila ini cukup aktif terhadap bakteri gram positif dan beberapa bakteri gram negatif. Cara kerja sefiksim adalah dengan membunuh bakteri, sehingga penyakit infeksi bisa diobati.

Manfaat Cefila

Manfaat Cefila adalah mengobati beberapa jenis penyakit infeksi akibat bakteri gram tertentu yang sensitif terhadap sefiksim. Obat Cefila juga efektif untuk mengobati penyakit infeksi yang bersifat akut.

Akan tetapi, Cefila tidak bermanfaat untuk mengobati penyakit infeksi akibat virus seperti flu dan infeksi jamur. Pasien yang terkena penyakit infeksi bisa mendapatkan manfaat Cefila jika menggunakan antibiotik ini sesuai aturan dan dosis.

Indikasi Cefila

Jangan pernah menggunakan antibiotik Cefila jika tidak diperlukan atau tidak memiliki indikasi medisnya. Pasalnya, ini bisa meningkatkan risiko resistensi bakteri tertentu, sehingga pengobatan penyakit infeksi dengan Cefila menjadi tidak efektif.

Pasien bisa menggunakan Cefila apabila memiliki salah satu atau beberapa indikasi medis seperti di bawah ini:

  • Infeksi telinga akibat Haemophilus influenza (otitis media,
  • Infeksi kulit
  • Infeksi saluran pernapasan (bronkitis akut, bronkitis kronik, infeksi tenggorokan,
  • Pneumonia
  • Infeksi saluran kemih akibat Escherichia coli dan Proteus mirabilis
  • Infeksi menular seksual (gonore,
  • Faringitis
  • Tonsilitis
  • Uretritis gonococcal
  • Demam tifoid
  • Dan lainnya

Kontraindikasi Cefila

Pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap antibiotik dari golongan sefalosporin, seperti sefaklor, sefadroksil, sefazolin, sefdini, sefrozil, sefaleksin, sefradin, sefuroksim, dan lainnya tidak bisa menggunakan obat Cefilia.

Obat Cefila juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat antibiotik dari golongan penisilin. Hal ini dikarenakan kemiripan struktur kimia antara antibiotik sefalosporin dengan antibiotik penisilin.

Jauhilah penggunaan Cefila jika Anda alergi terhadap sefalosporin atau penisilin. Apabila memaksakan diri, maka penggunaan Cefila malah bisa memicu terjadinya reaksi alergi yang bisa berakibat fatal. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan terapi obat yang aman bagi kondisi medis Anda.

Peringatan Penggunaan Obat Cefila

Ada beberapa peringatan yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat Cefila. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait penggunaan obat Cefila.

  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Bayi baru lahir dan anak usia 12 tahun ke bawah
  • Penderita diabetes
  • Mengalami fenilketonuria (PKU), penyakit gastrointestinal, kolitis, dan penyakit ginjal atau penyakit hati
  • Cacat mental

Apabila Anda mengalami beberapa hal yang sudah disebutkan, maka lakukanlah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Cefila. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan penggunaan Cefalin.

Baca Juga: Mengenal Aneka Jenis Antibiotik

Dosis Cefila

Sebagai obat keras, Cefila perlu digunakan secara teratur dan konstan. Apabila pemakaian Cefila mematuhi aturan pakai dan dosis, maka tujuan pengobatan bisa dicapai. Antibiotik Cefila perlu dihabiskan untuk mencegah resistensi bakteri terhadap sefiksim.

Penghentian Cefila tanpa izin dokter bisa membuat pengobatan tidak efektif dan cenderung gagal. Di samping itu, pasien juga bisa menimbulkan beberapa efek samping tertentu.

Berikut ini adalah dosis Cefila pada beberapa karakteristik pasien:

  1. Dewasa dan anak (BB >30 kg   : 50-100 mg sebanyak 2x per hari
  2. Infeksi parah                           : 200 mg sebanyak 2x dalam sehari
  3. Demam tifoid pada anak           : 10–15 mg/kg bb/ hari selama 2 pekan.

Efek Samping Cefila

Serupa dengan antibiotik lainnya, Cefila juga dapat menimbulkan beberapa efek samping tertentu. Kenalilah beberapa efek samping obat Cefila.

Berikut ini adalah efek samping yang umum terjadi pasca penggunaan Cefila:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Sering buang angin
  • Masalah pencernaan
  • Keputihan

Efek samping Cefila bisa juga menjadi lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi – gatal-gatal, ruam kulit, sulit bernapas, wajah bengkak
  • Sakit perut tingkat parah
  • Kulit pucat
  • Kulit mudah memar
  • Kejang
  • Bingung
  • Lemah otot
  • Mata atau kulit berwarna kuning
  • Anemia
  • Demam atau flu
  • Sariawan
  • Sulit menelan
  • Palpitasi
  • Pendarahan abnormal
  • Perubahan kebiasaan berkemih
  • Perubahan warna urin menjadi lebih gelap
  • Perubahan pada feses

Hentikanlah penggunaan Cefila jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan. Segeralah memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

Harga Cefila

Obat Cefila dalam bentuk sediaan suspensi dibanderol dengan kisaran harga antara Rp100.000-120.000 per botol (30 mL). Harga Cefila kapsul cukup bervariasi tergantung pada kekuatan dosisnya, yakni antara Rp150.000-400.000 per dos.

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Sefalosporin. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/512-sefalosporin-dan-antibiotik-beta-laktam-lainnya/5121 [diakses pada 12 Juni 2019]
  2. Drugs: Cefixime. https://www.drugs.com/mtm/cefixime.html [diakses pada 12 Juni 2019]
  3. MedlinePlus: Cefixime. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a690007.html [diakses pada 12 Juni 2019]
  4. DrugInfoSys: Cefixime. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=139&type=1 [diakses pada 12 Juni 2019]


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.