Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

Hepatoma: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

hepatoma-doktersehat

DokterSehat.Com – Hati adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh. Hal ini lah yang membuat kanker hati menjadi penyakit mematikan yang perlu diwaspadai. Kanker hati terdiri dari berbagai jenis, yang paling umum terjadi pada orang dewasa adalah hepatoma atau hepatocellular carcinoma.

Apa Itu Hepatoma?

Hepatocellular carcinoma (HCC) atau dikenal juga dengan hepatoma adalah jenis kanker hati yang paling umum. Kanker hati primer adalah kanker hati yang dimulai dari hati dan bukan terkena dampak penyebaran kanker dari organ lain.

Hematoma dikenal juga dengan kanker hepatoseluler. Kanker ini memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Sebagian berkembang dari tumut tunggal dengan ukuran besar yang kemudian menyebar ke bagian hati lain.

Pola yang kedua dimulai dengan munculnya banyak nodul kanker kecil di seluruh hati, bukan dari sekedar tumor tunggal. Kondisi ini paling sering muncul pada pasien yang memiliki sirosis hati. Namun umumnya pola perkembangan ini tidak memengaruhi penanganan hepatoma.

Penyebab Hepatoma

Secara umum penyebab hepatoma adalah mutasi atau perubahan DNA sel-sel hati. DNA sel merupakan bahan yang memberikan instruksi untuk proses kimia di tubuh. Ketika DNA bermutasi, terjadi perubahan pada instruksi tersebut yang dapat memicu sel-sel tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor atau massa sel kanker.

Mutasi DNA ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah berbagai faktor risiko yang dapat menjadi pemicu kanker hati:

  • Infeksi kronis hepatitis B atau C
  • Sirosis hati, kerusakan hati kronis yang menyebabkan adanya jaringan parut pada hati dan gagal hati.
  • Penyakit hati tertentu yang diturunkan.
  • Diabetes
  • Penyakit hati berlemak nonalkohol
  • Paparan aflatoksin
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Merokok
  • Obesitas

Gejala Hepatoma

Hepatoma ditandai dengan beberapa gejala. Terkadang gejala tidak muncul bahkan hingga tahap akhir penyakit. Namun dalam beberapa kasus, terdapat juga gejala yang muncul lebih cepat. Berikut adalah beberapa gejala kanker hati yang paling umum:

  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Merasa sangat kenyang padahal hanya makan sedikit
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan hati, sisi kanan di bagian bawah tulang rusuk terasa penuh
  • Pembengkakan limpa, sisi kiri di bagian bawah tulang rusuk terasa penuh
  • Nyeri perut atau nyeri dekat tulang belikat kanan
  • Penumpukan cairan di perut yang menyebabkan pembengkakan
  • Gatal
  • Kulit dan mata menguning
  • Demam
  • Pembesaran pembuluh darah di perut, dapat terlihat pada kulit, adanya memar atau pendarahan tidak normal
  • Perubahan hormon yang dapat menyebabkan hiperkalsemia, hipoglikemia, ginekomastia dan / atau penyusutan testis pada pria, kolesterol tinggi, dan eritrositosis (eritrosit tinggi).

Jika seseorang mengalami satu atau dua gejala yang disebutkan di atas, belum tentu orang tersebut menderita penyakit hepatoma. Beberapa gejala di atas bisa juga disebabkan oleh kondisi lain selain kanker hati. Meskipun begitu, sebaiknya segera konsultasikan gejala tersebut dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

Diagnosis Hepatoma

Hepatoma dapat dideteksi dengan cara melakukan skrining pada seseorang yang memiliki risiko tinggi penyakit ini. Namun pemeriksaan paling umum dilakukan ketika penyakit ini memang menunjukkan gejala. Berikut adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk diagnosis hepatoma:

1. Pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Setelah melihat gejala, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien untuk menemukan faktor risiko yang mungkin menjadi penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda-tanda kanker hati atau mungkin gangguan kesehatan lainnya.

Pemeriksaan pada bagian perut mungkin akan mendapat perhatian khusus. Dokter juga akan memeriksa kulit dan bagian putih pada mata untuk mencari ada tidaknya penyakit kuning yang merupakan salah satu gejala umum dari penyakit hepatoma.

2. Tes pencitraan

Jika dalam pemeriksaan fisik dokter mencurigai pasien terkena kanker hati, tes lainnya seperti tes pencitraan mungkin akan disarankan. Tes ini dapat dilakukan untuk tujuan diagnosis dan dapat juga dilakukan selama perawatan hepatoma. Jenis tes pencitraan yang dilakukan termasuk:

  • Ultrasonografi, dilakukan untuk mendeteksi tumor yang tumbuh di hati.
  • CT-scan, tes untuk melihat gambaran rinci organ tubuh. CT scan pada perut dapat memberikan informasi tentang jenis, ukuran, dan letak tumor.
  • MRI, hampir sama seperti CT-scan, fungsi lainnya adalah mendeteksi tumor jinak atau ganas.
  • Angiografi, digunakan untuk menunjukkan arteri yang memasok darah ke kanker hati. Tes ini dapat membantu dokter memutuskan apakah kanker dapat diangkat dan untuk membantu perencanaan operasi.

3. Pemindaian tulang

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu mendeteksi apakah kanker telah menyerang tulang. Tes ini hanya dilakukan apabila muncul gejala seperti nyeri tulang atau jika Anda memenuhi syarat untuk transplantasi hati sebagai penanganan hepatoma.

4. Biopsi

Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk memeriksa jaringan tersebut termasuk kanker atau bukan. Tes ini mungkin dilakukan apabila dokter tidak cukup yakin untuk mendiagnosis hepatoma dari hasil CT-scan dan MRI.

5. Tes laboratorium

Tes laboratorium dilakukan dengan tujuan untuk diagnosis hepatoma, mengetahui penyebab hepatoma, memeriksa kondisi kesehatan pasien secara umum agar dapat memilih penanganan hepatoma yang tepat, melihat seberapa baik perawatan hepatoma bekerja, hingga mencari tanda-tanda kanker kembali muncul setelah perawatan selesai.

Jenis tes laboratorium yang mungkin dilakukan terkait dengan hepatoma adalah meliputi:

  • Tes darah alfa-fetoprotein
  • Tes darah untuk virus hepatitis
  • Tes fungsi hati
  • Tes pembekuan darah
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes darah lengkap atau Complete Blood Count (CBC)
  • Tes bekuan darah

Penanganan Hepatoma

Perawatan atau penanganan hepatoma bergantung pada beberapa faktor seperti tingkat atau stadium hepatoma, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Stadium kanker hati di bagi menjadi stadium I hingga IV.

Semakin tinggi angka, artinay kanker telah menyebar lebih banyak. Umumnya tingkatan hepatoma yang sama akan mendapatkan penanganan yang sama, meskipun tentu harus menyesuaikan pada kondisi masing-masing pasien.

Berikut adalah berbagai langkah penanganan hepatoma:

1. Operasi

Operasi yang mungkin dilakukan untuk mengobat hepatoma atau kanker hati meliputi:

  • Operasi pengangkatan tumor, dilakukan jika tumor berukuran kecil dan hati berfungsi dengan baik.
  • Operasi transplantasi hati, dilakukan dengan cara mengeluarkan hati dan menggantinya dengan hati yang sehat dari donor.

2. Perawatan lokal

Perawatan lokal adalah perawatan yang berfokus pada sel kanker dan area sekitar sel kanker. Perawatan lokal sebagai penanganan hepatoma dapat meliputi:

  • Pemanasan sel kanker, menggunakan arus listrik untuk memanaskan sel kanker hingga sel kanker hancur.
  • Membekukan sel kanker, penggunaan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan tumor hati.
  • Menyuntikkan alkohol ke dalam tumor.
  • Menempatkan manik-manik penuh radiasi ke dalam hati.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan energi bertenaga tinggi dari sumber seperti sinar-X dan proton untuk mengecilkan tumor dan menghancurkan sel kanker. Terapi ini dapat membantu mengendalikan gejala pada kanker hati lanjut.

4. Terapi obat

Penanganan hepatoma selanjutnya adalah dengan perawatan obat yang ditargetkan. Terapi ini berfokus pada kelainan spesifik yang ada pada sel kanker. Ketika kelainan ini diblokir, sel kanker diharapkan akan mati.

5. Imunoterapi

Imunoterapi adalah terapi menggunakan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan kanker. Sel kanker menghasilkan protein yang dapat membutakan sel sistem kekebalan tubuh, sehingga sel sistem kekebalan tubuh tidak dapat menyerang sel kanker.

Tujuan dari imunoterapi adalah mengganggu proses tersebut sehingga sel kekebalan tubuh dapat menyerang sel kanker.

6. Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi untuk membunuh sel yang tumbuh cepat, salah satunya adalah sel kanker. Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang diberikan dalam bentuk pil, melalui vena, maupun kombinasi dari keduanya.

 

Sumber:

  1. Liver cancer – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-cancer/symptoms-causes/syc-20353659 diakses 12 Juni 2019
  2. What Is Liver Cancer? – https://www.cancer.org/cancer/liver-cancer/about/what-is-liver-cancer.html diakses 12 Juni 2019
  3. Liver cancer – hepatocellular carcinoma – https://medlineplus.gov/ency/article/000280.htm diakses 12 Juni 2019


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.