Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

Olahraga Bisa Memicu Asma? Ketahui Jenis Olahraga hingga Penanganannya!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

asma-karena-olahraga-doktersehat

DokterSehat.Com – Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik yang memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Dengan rutin melakukan olahraga, kita bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan juga terhindar dari obesitas. Dengan melakukan olahraga, banyak dari kita yang mendapatkan bentuk badan ideal yang diinginkan selama ini. Meki olahraga bermanfaat, pada beberapa orang, justru bisa memicu masalah.

Olahraga yang memicu gejala asma

Pernahkah Anda melihat anak-anak atau remaja saat masih sekolah, tapi mereka tidak bisa melakukan olahraga dengan intens? Bahkan, dengan olahraga yang ringan saja mereka seperti kehilangan banyak napas. Sebagian besar dari anak dan remaja ini biasanya memiliki asma sehingga olahraga tidak bisa dilakukan.

Sebenarnya tidak semua olahraga dilarang untuk dilakukan. Jalan kaki masih bisa dilakukan karena tidak menguras banyak energi. Namun, kalau sudah membutuhkan banyak sekali usaha, tidak bisa dilakukan, atau dilakukan dengan intensitas rendah dan durasi waktunya tidak terlalu lama.

Setidaknya sekitar 90 persen orang yang mengalami asma sering menghadapi EIB atau exercise induced bronchoconstriction. Jadi, kalau mereka yang memiliki asma masih bisa olahraga artinya kondisi EIB tidak terjadi. Gejala asma yang muncul biasanya akan ringan dan hilang dengan sendirinya setelah istirahat.

Tanda asma setelah olahraga

Kalau Anda mengalami asma kemungkinan ada dua saat olahraga, tanda asma muncul atau tidak. Nah, untuk mengetahui apakah tanda dari sama muncul atau tidak, simak beberapa gejalanya di bawah ini.

  • Saat bernapas akan ada suara mengi yang cukup jelas.
  • Dada terasa sangat sesak seperti ada tekanan yang sangat kuat.
  • Napas jadi sangat pendek seperti habis lari jauh padahal hanya melakukan aktivitas ringan saja.
  • Penurunan kekuatan dan ketahanan tubuh saat berolahraga. Penurunan ini terlihat dengan sangat jelas dan membuat Anda seperti tidak bisa apa-apa.
  • Tenggorokan terasa sakit dan agak panas.

Satu hal yang harus dipahami oleh semua orang yang memiliki asma dan mudah sekali kambuh. Saat sedang olahraga biasanya gejala asma tidak akan muncul begitu saja dengan cepat. Namun, munculnya akan bertahan seiring dengan bertahannya waktu. Setelah beristirahat kondisi tubuh akan menurun dengan sendirinya.

Kalau Anda sering mengalami masalah dengan gangguan napas setelah berolahraga berarti intensitasnya terlalu besar. Yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi intensitas olahraga. Kalau setiap olahraga kumat tentu tidak akan membuat Anda nyaman. Apalagi kalau sampai harus ke rumah sakit.

Penyebab munculnya gejala asma

Gejala asma yang terjadi pada tubuh tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Umumnya penyebab gangguan ini adalah kondisi dehidrasi yang dialami oleh tubuh. Kalau tubuh kekurangan asupan cairan, kemungkinan besar area jalan napas akan mengerut. Kalau sampai terjadi pengerutan, Anda akan semakin susah bernapas dengan baik.

Saat berolahraga kita akan membutuhkan banyak sekali oksigen sementara napas sedikit mengalami gangguan. Akhirnya saluran napas harus bekerja dengan keras dan memicu inflamasi. Kalau kondisi inflamasi sudah terjadi pada saluran napas, asma akan muncul dan membuat tubuh cepat lemas.

Faktor risiko asma

Faktor risiko yang menyebabkan seseorang kumat gejala asmanya bukan karena olahraganya saja. Beberapa kondisi atau faktor di bawah ini juga memengaruhi kondisi fisik secara menyeluruh.

  • Udara yang lebih dingin. Udara yang dingin lebih menyulitkan kita dalam bernapas dan tubuh juga butuh menghangatkan diri.
  • Polusi yang ada di udara entah itu asap atau partikel lainnya.
  • Banyak serbuk sari di udara. Anda yang mudah alergi dengan serbuk sari bisa memunculkan gejala asma dengan cepat.
  • Bernapas dengan cepat dan kuat dari mulut.
  • Mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Kalau sudah mengalami flu atau pilek, lebih baik untuk tidak melakukan olahraga sama sekali.
  • Aroma parfum, rokok, atau apa pun yang sangat menyengat di tempat olahraga. Aroma itu akan membuat saluran napas mudah inflamasi.

Komplikasi asma

Komplikasi yang bisa didapatkan oleh mereka yang menderita asma dan melakukan olahraga intens ada banyak. Yang paling sering adalah tubuh lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. Tubuh jadi tidak bisa aktif lagi lantaran apa pun jenis olahraga yang dilakukan seperti tidak menyenangkan lagi. Mau olahraga, tapi takut kambuh.

Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah masalah gangguan napas yang fatal. Kalau seseorang tidak bisa bernapas dengan baik dan sampai parah, kemungkinan mengalami kematian masih sangat besar. Oleh karena itu apa pun gejala asma yang muncul, penanganan yang benar harus segera dilakukan.

Penanganan dan pencegahan

Penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan segera menggunakan obat yang pasti dimiliki oleh semua penderita asma. Dokter biasanya akan memberikan berbagai jenis obat yang dikonsumsi setiap hari atau dikonsumsi saat sedang kumat gejalanya.

Selanjutnya untuk pencegahan, seseorang disarankan untuk melakukan pemanasan dengan baik dan juga pendinginan agar saluran napas bisa relaks. Sebisa mungkin menggunakan pakaian yang longgar dan memudahkan Anda untuk bernapas. Selanjutnya, minum air yang cukup dan jangan biarkan tubuh mengalami dehidrasi.

Pilih jenis olahraga yang tepat untuk dilakukan. Penderita asma tentu tidak bisa melakukan olahraga secara sembarangan. Selain itu, selalu tahu kondisi tubuh sebelum olahraga. Kalau memang tidak baik, jangan memaksakan diri.

Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh dan bisa membantu penurunan berat badan. Namun, Anda harus menyesuaikan diri dengan jenis olahraga yang akan digunakan. Lalu memang memiliki asma tentu olahraga jenis kardio yang sangat intens tidak bisa dilakukan karena bisa memicu gangguan di jalan napas dan gejala sesak napas jadi muncul.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.