Kazuma
Kazuma Belajar menjadi baik dan pantang menyerah hobi menganalisa sebuah permasalahan dan memahami perasaan wanita ahay wkwkwwk

Penderita Asam Urat Tak Boleh Lagi Makan Daging?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-menyimpan-daging-di-kulkas-doktersehat
Photo Source: Flickr/dinesarasota

DokterSehat.Com– Penderita asam urat memang harus menjaga asupan makanan hariannya. Jika sampai mereka sembarangan makan atau minum, bisa jadi gejala serangan asam urat akan menyerang dan membuat mereka kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Hanya saja, apakah hal ini berarti mereka tidak boleh mengonsumsi daging-dagingan kembali?

Konsumsi Daging bagi Penderita Asam Urat

Pakar kesehatan menyebut penderita asam urat sebisa mungkin harus menghindari makanan tinggi kandungan purin layaknya daging merah, makanan laut, dan jeroan. Selain itu, mereka juga tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman manis dan minuman beralkohol demi mencegah serangan asam urat.

Hanya saja, apakah mereka benar-benar sudah tidak bisa lagi makan daging? Sebuah penelitian yang diunggah hasilnya oleh situs diagosisdiet.com membuktikan fakta bahwa orang-orang yang tinggal di lingkar Kutub Utara seperti suku Eskimo dan Indian Utara tidak mengalami penyakit asam urat.

Padahal, seumur hidupnya mereka hanya mengonsumsi makanan daging-dagingan, khususnya daging ikan. Penelitian yang dilakukan oleh Schaefer dan rekan-rekannya pada 1959 ini juga menyebut kandungan protein hewani sebenarnya juga bisa membantu mengeluarkan kelebihan purin di dalam tubuh.

Penelitian ini tidak bisa dijadikan acuan konsumsi daging-dagingan bagi penderita asam urat. Mereka tetap harus menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari asupan daging-dagingan demi mencegah penumpukan zat asam urat di dalam tubuh. Beberapa jenis makanan lain yang memiliki kandungan purin yang sedang juga sebaiknya diturunkan konsumsinya.

Penderita asam urat sebaiknya meminta saran ke dokter untuk mengetahui seberapa parah kondisi kesehatan yang mereka idap dan makanan-makanan apa yang masih boleh dikonsumsi, tak lagi dikonsumsi, dan dibatasi konsumsinya. Jika mereka masih diperbolehkan untuk mengonsumsi daging-dagingan, pastikan untuk membatasi porsi dan frekuensi memakannya demi mencegah gejala dari penyakit yang diderita.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Penderita Asam Urat

Selain tidak sembarangan dalam mengonsumsi makanan dari bahan daging-dagingan, pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk menghindari beberapa jenis makanan.

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat:

  1. Durian

Pakar kesehatan menyebut penderita asam urat sebaiknya menghindari durian. Hal ini disebabkan oleh kandungan di dalam durian seperti ethanol, ethyl, atau sulfur yang bisa menyebabkan peradangan. Jika sampai hal ini terjadi, risiko untuk terkena serangan asam urat pun meningkat.

  1. Es krim

Salah satu camilan yang disukai oleh banyak orang ini tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita asam urat. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan susu tinggi lemak yang bisa menyebabkan peradangan. Jika sampai hal ini terjadi, risiko untuk terkena serangan penyakit ini pun meningkat.

  1. Makanan bersantan

Makanan bersantan sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum jika makanan bersantan tinggi kandungan lemak jahat yang bisa memperburuk kondisi asam urat dan kolesterol tubuh. Mengonsumsinya tentu akan meningkatkan risiko terkena serangan asam urat.

  1. Makanan olahan

Daging olahan seperti sosis dan nugget, sarden, kornet, hingga camilan kemasan memiliki rasa yang enak, namun makanan-makanan ini bisa mempengaruhi kadar zat asam urat di dalam tubuh. Mengonsumsinya tentu bisa membuat serangan asam urat lebih mudah datang.

  1. Minuman manis

Minuman manis seperti minuman bersoda, teh dalam kemasan, dan minuman kemasan lainnya tinggi kandungan gula, bahan kimia, dan bahan pengawet yang dikhawatirkan bisa memicu peradangan pada tubuh dan akhirnya memicu serangan asam urat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.